Sabtu, 08 Januari 2011

PSSI vs LPI


Tahun kemarin indonesia seolah bangkit dari ketertinggalan sepak bola nasionalnya. Di ajang bergengsi turnamen sepak bola antar negara negara asia tenggara, indonesia kembali masuk ke babak final yang ke empat kalinya. tapi tahun 2010 dinilai sangatlah beda dari tahun-tahun sebelumnya. Di awal babak penyisihan AFF, Indonesia langsung mempecundangi musuh bebuyutannya Malaysia dengan skor telak 5-1, kemudian Firman utina dkk membantai laos,kembali dengan skor telak 6-0. dengan kemenangan ini masyarakat indonesia langsung memberikan dukungan yang luar biasa. hal itu bisa di lihat dengan kondisi stadion Gelora Bung Karno (GBK)sesak pada partai berikutnya. Euforia ini kemudian memuncak pada partai final antara indonesia VS malaysia, yang sarat dengan adu gengsi dan emosi antar dua negara. Melihat Euforia masyarakat yang luar biasa dan semangat para punggawa timnas seharusnya menjadi modal utama bagi induk sepak bola indonesia PSSI dan pemerintah untuk lebih menggairahkan persepak bolaan di tanah air, dengan pembinaan dini,infra struktur olah raga,naturalisasi, dan lebih penting adalah sistem kompetisi di liga indonesia harus lebih profesional,tanpa di campur adukan dengan sistem politisasi. Belakangan ini marak di bicarakan polemik antara PSSI dan Liga Profesional LPI yang katanya hadir sebagai liga tandingan ISL yang berada dalam naungan PSSI. Bahkan sudah ada 3 club yang mundur dari ISL termasuk PSM karena di anggap ISL adalah kompetisi yang tidak sehat karena wasit selalu memihak pada salah satu club yang sedang bertanding.LPI yang di anggap kompetisi Ilegal oleh PSSI dan belum adanya pengakuan dari FIFA, akan meggelar laga perdana tanggal 8 januari 2011 di stadion manahan solo,hal ini sudah bisa di pastikan karena pihak LPI sudah mengantongi izin kegiatan dan sudah mendapat restu dari MENPORA,Andi Mallarangeng,walau belum dapat izin penyelenggara dari PSSI. bahkan PSSI dengan tegas menyampaikan bahwa bagi pemain yang ikut di LPI tidak akan di akomodir di timnas dengan kata lain mereka tidak akan bisa berseragam merah putih untuk memperkuat timnas. hal inipun di pertegas oleh pelatih timnas ALfred Riedl,bahwa pemain yang ikut di LPI tidak akan saya panggil untuk seleksi timnas,karena LPI adalah ILEGAL. kenapa PSSI begitu sulit menerima keberadaan LPI? bukankah dengan banyak kompetisi akan melahirkan para calon punggawa Timnas?? benarkah LPI hadir sebagai liga tandinagn ISL?? apapun itu mari kita dukung TIMNAS untuk berprestasi pada ajang-ajang internasional. Jayalah PSSI,Majulah LPI dan HIDUP GARUDA di DADAKU..!!!

0 komentar: